Sekolah Uji Coba Tatap Muka

26 Oct 2020, 10:47 WIB

Sekolah diharapkan berkomitmen menjaga protokol kesehatan.

SEMARANG — Puluhan sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat di Jawa Tengah dan Jawa Barat memulai simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) pada Senin (7/9). Simulasi tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan pembatasan jumlah siswa serta jam belajar. Simulasi tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk penerapan PTM pada masa pandemi Covid-19.

Di Jawa Tengah, sebanyak tujuh sekolah di Kota Tegal, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Temanggung melakukan simulasi tersebut. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Padmaningrum, mengatakan, tujuh sekolah tersebut bakal melaksanakan simulasi selama dua pekan. Setelah itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bakal melakukan evalusi.

Dalam simulasi itu, pembelajaran tatap muka di masing-masing sekolah hanya maksimal diikuti oleh 100 siswa. Sementara siswa lainnya masih harus mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Padmaningrum menilai, secara umum simulasi yang dilakukan pada Senin berjalan dengan baik dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Kalau melihat langsung hari (Senin) ini,

Padmaningrum berharap simulasi tersebut bisa dilaksanakan dengan baik selama dua pekan. Dengan begitu, ke depan proses pembelajaran secara tatap muka di tengah situasi pandemi tetap berlangsung membahagiakan tanpa ada beban bagi siswa maupun guru di sekolah.

“Harus tetap bahagia jangan ada beban dan yang penting semua yang ada di lingkungan sekolah juga semakin terbiasa dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” kata Padmaningrum.

Di Kota Tegal, ada tiga sekolah yang melaksanakan simulasi PTM, yaitu SMAN 2 Kota Tegal, SMKN 2 Kota Tegal, dan SMA Pius Kota Tegal. Kepala SMA Pius, Lidwina mengungkapkan, sekolahnya telah mempersiapkan pembelajaran tatap muka sejak tahun ajaran baru yang lalu, kendati kegiatan dan belajar di sekolah sementara dihentikan akibat pandemi Covid-19. 

Saat simulasi pembelajaran tatap muka diizinkan, segala kebutuhan untuk penetapan protokol kesehatan telah matang dan sudah siap. Mulai dari sarana dan prasarana yang dibutuhkan, seperti peralatan pendukung kesehatan, pengaturan ruangan dengan penerapan jaga jarak fisik hingga sarana pendukung lainnya.

“Sarana untuk mendukung protokol kesehatan di sekolah kami sudah siap, mulai ruangan siswa, APD guru, ruang isolasi, dan sarana dan prasarana seperti cuci tangan, hand sanitizer, juga alat cek suhu tubuh semuanya sudah lengkap,” katanya.

Lidwina menjelaskan, selain membatasi hanya 100 siswa, tidak ada aktivitas di sekolah, selain hanya proses pembelajaran yang dimulai pukul 07.00 hingga pukul 11.00 WIB. Selama pelaksanaan simulasi, kantin sekolah juga tutup dan pihak sekolah juga bekerja sama dengan aparat kelurahan setempat dan pihak terkait untuk mengontrol para pedagang yang ada di luar lingkungan sekolah. 

“Jadi, siswa hanya pergi belajar dan setelah itu langsung pulang dengan kendaraan pribadi atau mengendarai sendiri,” lanjutnya. Penerapan yang sama juga dilakukan di SMAN 2 Kota Tegal. 

Di Kota Sukabumi, Jawa Barat, ada 28 SMA dan SMK yang menggelar uji coba PTM kemarin. “Mulai Senin ada sebanyak 28 sekolah yang mulai menerapkan uji coba pembelajaran tatap muka,” ujar Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat Wilayah V, Nonong Winarni, kemarin.

Nonong menjelaskan, dalam simulasi itu, setiap sekolah hanya boleh PTM pada tiga hingga enam rombongan belajar. Setiap rombongan belajar maksimal hanya 12 orang siswa. Pelaksanaan uji coba ini, kata dia, dilakukan selama empat jam setiap harinya, yaitu mulai pukul 07.30 WIB hingga 11.30 WIB.

Selain itu, siswa diharuskan diantar jemput oleh orang tua. Hal ini menjadi salah satu persyaratan dalam pembelajaran tatap muka, di samping sebelumnya ada izin dari orang tua.

Sekolah yang mulai tatap muka terbatas itu di antaranya SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, SMA 2 Sukabumi, SMA 3 Kota Sukabumi, SMA 4 Kota Sukabumi, SMA 5 Kota Sukabumi, SMA Islam al-Azhar, SMA Islam Nurul Karomah, SMA Islam Terpadu Insani, SMAS Advent Sukabumi.

Kemudian, SMA IT-Alizzah SMA Mardi Yuana Sukabumi, SMA Pesantren Terpadu Hayatan Thayyibah, SMK Negeri 1 Kota Sukabumi, SMK Negeri 2 Kota Sukabumi, SMK Negeri 3 Kota Sukabumi, SMK Negeri 4 Kota Sukabumi, SMK IT Amal Islam, SMK Kesehatan Tunas Madani, SMK Pasim Plus, SMK Pelita YNH, SMK Persada, SMK PGRI 1 Sukabumi. Selanjutnya, SMK Plus an-Naba, SMK Terpadu Ibaadurrahman, SMKS Komputer Adi Bangsa Sukabumi, SMKS Plus Bina Teknik YLPI Sukabumi, SMKS Priority, dan SMKS Teknologi Plus Padjadjaran Sukabumi.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, pemkot akan melakukan pengontrolan terhadap sekolah yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas. Harapannya, sekolah tersebut komitmen dalam menjaga protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

”Pengontrolan juga sebagai bahan selanjutnya untuk pembelajaran tatap muka SMP sederajat,” kata Fahmi. Sebelum melakukan uji coba pembelajaran, sekolah tersebut telah lolos verifikasi tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi dan gurunya menjalani tes swab

  • Fuguh2020 -Sumber ; https://www.republika.id/posts/10014/sekolah-uji-coba-tatap-muka

Hino Donasikan Alat Peraga ke SMK di Subang dan Purwakarta

Oleh: Muhammad Abdul Majid · Kamis, 1 Oktober 2020 18.02

Hino Indonesia mendonasikan alat peraga ke dua Sekolah Menengah Kejuruan di Subang dan Purwakarta, Jawa Barat. Donasi ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pengembangan dan penggunaan sumber daya manusia di Indonesia.

“Hino Indonesia mendukung program pendidikan vokasi link and match dari Kementerian Perindustrian yang melibatkan dunia industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan,” kata Presiden Direktur Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) Masahiro Aso dalam keterangan resmi, 30 September 2020.

Alat peraga yang didonasikan berupa peralatan praktik bongkar pasang transmisi dan bongkar pasang ban.

Alat praktik tersebut dipergunakan sebagai sarana penunjang proses belajar mengajar bagi siswa/siswi SMK. Mereka diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para siswa/siswi sehingga menjadi lulusan SMK yang terampil dan siap untuk memberikan kontribusi pada kemajuan Provinsi Jawa Barat khususnya Kabupaten Subang dan Purwakarta.

Penyerahan peralatan praktek ini merupakan wujud nyata Hino Indonesia dalam mendukung program pendidikan vokasi link and match antara SMK dengan Industri. “Langkah ini merupakan wujud nyata Hino Indonesia turut serta dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia,” kata Direktur HMMI Kristijanto.

Fgh – Sumber: https://otomotif.tempo.co/read/1391733/hino-donasikan-alat-peraga-ke-smk-di-subang-dan-purwakarta/full&view=ok

154 lulusan SMK lulus seleksi administrasi beasiswa Otsus Papua

Oleh: Muhammad Abdul Majid · Selasa, 6 Oktober 2020 09.25

Pemerintah Provinsi Papua kembali mengumumkan 154  siswa  lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yang akan menjadi penerima beasiswa Otonomi Khusus  Papua. Sejumlah 154 pelajar itu dinyatakan lulus administrasi penerimaan Siswa Unggul Papua Bidang Vokasi 2020.

Dalam pengumuman Nomor: 421.1/18035/SET yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, sejumlah 154 siswa dinyatakan lolos seleksi administrasi program Siswa Unggul Papua (SUP). Mereka selanjutnya bakal mengikuti seleksi lanjutan yang akan diselenggarakan pada 8-9 Oktober 2020.

“Ditujukan kepada peserta seleksi Siswa Unggul Papua Bidang Vokasi tahun 2020 yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, agar menyiapkan diri mengikuti  seleksi lanjutan,” demikian isi pengumuman yang ditandatangani Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Papua, Doren Wakerkwa di Kota Jayapura, Papua, pada  Jumat (3/10/2020).

Seleksi lanjutan pada 8-9 Oktober 2020 itu akan digelar di gedung SMK Negeri 2 Kotaraja Kota Jayapura. Materi seleksi itu berapa Tes Potensi Akademik (TPA) yang terdiri dari tes Verbal dan Numerik, kemudian tes bahasa Inggris dasar.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Aryoko AF Rumaropen mengatakan, penerimaan siswa unggul Papua Bidang Vokasi merupakan program baru yang mulai digagas tahun ini. Program itu bertujuan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi internasional.

“Sebelumnya program SUP digabung antara pelajar SMU dan SMK. Namun tahun ini dipisah,” ujarnya.

Rumaropen menyatakan seleksi administrasi penerimaan SUP Vokasi dilakukan secara daring (online). Dalam proses seleksi itu, Pemprov Papua bekerjasama dengan Sagu Foundation. “Program vokasi bagi pelajar SMK ini berkerjasama dengan lembaga pengembangan vokasi di Australia dengan melibatkan Sagu Foundation,” jelas Aryoko Rumaropen.

Rumaropen menjelaskan, 154 pelajar SMK yang lulus administrasi adalah pelajar asli Papua dari 7 wilayah adat di Tanah Papua. Mereka memiliki berbagai latar belakang kompetensi keahlian, seperti jurusan Manajemen Perkantoran, Analis Kesehatan, Teknik Ketenagalistrikan, Teknik Bangunan, Teknologi Pesawat Udara.

Program SUP Vokasi 2020 juga menaring para siswa sekolah kejuruan Pariwisata, Teknik Komputer dan Infromatika, Teknik Bangunan, Pelayaran, Usaha PErjalanan Wisata, Teknik Komputer dan Jaringan, Jasa Boga, Teknik Instalasi. Selain itu, juga ada para siswa kejuruan Tenaga Listrik, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Agribisnis, Peternakan, Teknik Elektro, Multimedia, Teknik Konstruksi dan Properti, Teknologi dan Rekayasa, Teknik Gambar, Teknik Mesin, Administrasi Perkantoran serta Teknologi Komputer dan Jaringan.

Direktur Utama Sagu Foundation Tisha Rumbewas, mengapresiasi program pendidikan yang digencarkan Gubernur Papua Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal itu. Rumbewas menyatakan animo pelajar orang asli Papua mengikuti seleksi beasiswa Otsus bidang vokasi sangat tinggi, di mana jumlah pendaftar seleksi program itu mencapai 600 lebih siswa lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Dari database Sagu foundation, pelajar SMK yang mendaftar cukup tinggi. Sesuai akun yang terdaftar sebanyak 678 orang. Dari jumlah itu, 154 dinyatakan lulus administrasi. Mereka akan mengikuti seleksi tahap dua,” jelas Tisha, Senin (5/10/2020).

Tisha menambahkan para pelajar SMK yang nantinya lulus seleksi program SUP Vokasi 2020 akan menjalani pembinaan selama enam hingga delapan bulan, sebelum mengikuti pendidikan vokasi di Australia. “Pelajar yang lulus seleksi TPA dan Bahas Inggris akan mulai masuk pembinaan awal November 2020 hingga Juli 2021. mereka disiapkan untuk mengikuti pendidikan vokasi berbasis kompetensi internasional di Australia,” ujarnya

fgh- Sumber : https://jubi.co.id/154-lulusan-smk-lulus-seleksi-administrasi-beasiswa-otsus-papua/

Kemendikbud Apresiasi Sistem Ijon Siswa SMK ala Ganjar Pranowo

Oleh: Muhammad Abdul Majid · Senin, 14 September 2020 08.38

JAKARTA – Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Tengah untuk percepatan perkawinan massal SMK dengan dunia industri.

Pemprov Jateng bersama Kawasan Industri Kendal (KIK) berkolaborasi, salah satunya mengembangkan sistem ijon siswa SMK/Vokasi. “Kami apresiasi Gubernur Jateng Pak Ganjar Pranowo yang ikut mempercepat implementasi tuntas kebijakan dan gerakan Link and Match dunia pendidikan dengan dunia industri serta dunia kerja (IDUKA),” kata Wikan, Senin (14/9).

Sistem iijon yang didorong Pemprov Jateng, lanjut Wikan, sangat selaras dengan beberapa strategi dasar Link and Match, yang dilakukan bersama oleh satuan pendidikan vokasi dengan IDUKA.

Yaitu sinkronisasi kurikulum, menghadirkan guru atau dosen tamu dari kalangan industri minimal 50 jam per prodi per semester, program magang/prakerin minimal 1 semester di IDUKA. Juga uji kompetensi atau sertifikasi kompetensi bagi seluruh lulusan vokasi, guru dan dosen vokasi.

“Sistem Ijon merupakan perwujudan konsep cerdas dan taktis yang merangkum minimal 4 strategi dasar Link and Match tersebut, diharmonisasikan dengan pemaknaan local wisdom yang mudah dipahami dan dicerna oleh seluruh pihak dan stakeholder,” bebernya. Wikan berharap, lewat perkawinan massal pendidikan vokasi dengan IDUKA bisa melahirkan jutaan lulusan vokasi yang kompeten dan unggul.

Sebelumnya, Pemprov Jateng dan Presiden Direktur Kawasan Industri Kendal (KIK) talah menandatangani MoU pada Selasa, 8 September 2020. Kerja sama ini meliputi penyelarasan kurikulum SMK yang link and match dengan kebutuhan industri,  pemagangan guru dan praktik kerja lapangan peserta didik, pengembangan kelas industri, sertifikasi kompetensi lulusan SMK dan rekrutmen tenaga kerja lulusan SMK pada industri. Jangka waktu kerja sama selama 5 tahun. Saat ini di Jawa Tengah angka  keterserapan lulusan SMK di dunia usaha dan industri sebesar 62 persen.

Sebanyak 13 persen melanjutkan ke perguruan tinggi. Sedangkan 25 persen terbagi menjadi wirausaha mandiri dan masa tunggu.

fgh – sumber : https://www.jpnn.com/news/kemendikbud-apresiasi-sistem-ijon-siswa-smk-ala-ganjar-pranowo?page=2

Kemendikbud: Pendidikan Vokasi Percepat Lulusan SMK Peroleh Kerja

Oleh: Muhammad Abdul Majid · Jumat, 18 September 2020 08.24 

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), Wikan Sakarinto mengatakan, bila pendidikan vokasi memperoleh dukungan dari seluruh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Maka, pendidikan vokasi akan naik kelas, tak hanya dari sisi kualitas, tetapi mempercepat lulusan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK) bisa memperoleh pekerjaan di dunia kerja.

” Pendidikan vokasi dianggap berhasil, jika siswa dan siswi SMK sudah memiliki sistem keterserapan yang baik bagi lulusannya. Hal itu ditandai dengan keterampilan lulusan sekolah yang menarik perhatian industri,” ungkap Wikan dalam keterangan resminya, seperti melansir Kemendikbud.go.id, Kamis (17/9/2020). Salah satu Pemprov yang telah menjalankan adalah Jawa Tengah (Jateng). Maka dari itu, Wikan mengapresiasi Jateng yang sudah mempercepat pelaksanaan link and match antara dunia pendidikan dengan pelaku industri, dunia usaha dan dunia kerja (IDUKA).

Pemrov dukung revitalisasi SMK

Pemprov Jateng bersama Presiden Direktur Kawasan Industri Kendral (KIK) Stanley Ang telah menandatangani nota kesepahaman pada Selasa, 8 September 2020 lalu. Kedua belah pihak bersepakat untuk bekerja sama dalam melakukan percepatan kualitas pendidikan vokasi, termasuk menjalin kerja sama dan sinergi antara SMK dengan dunia usaha dan industri.

Guna mendukung revitalisasi SMK, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah membentuk Tim Kerja Pembinaan dan Pengembangan Vokasi yang beranggotakan terdiri dari unsur pemerintah daerah, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), kalangan dunia usaha dan industri, perguruan tinggi, praktisi dan pemangku kepentingan pendidikan vokasi.

Saat ini, di Jateng angka keterserapan lulusan SMK di dunia usaha dan industri sebesar 62 persen, selebihnya 13 persen melanjutkan ke perguruan tinggi, dan 25 persen terbagi wirausaha mandiri dan masa tunggu. Program yang dibangun KIK, lanjut dia, selaras dengan strategi dasar link and match, yang dilakukan bersama oleh satuan pendidikan vokasi dengan IDUKA.

Harmoni Kearifan Lokal

Adapun strategi tersebut mencakup sinkronisasi kurikulum, kehadiran guru atau dosen tamu dari kalangan pakar (industri) minimal 50 jam per program studi (prodi) atau semester, ketersediaan program magang minimal satu semester di IDUKA, serta adanya uji kompetensi atau sertifikasi kompetensi bagi seluruh lulusan vokasi, dan bagi guru dan dosen vokasi.

“Sistem ini merupakan perwujudan konsep cerdas dan taktis yang merangkum minimal empat strategi dasar link and match tersebut. Diharmonisasikan dengan pemaknaan “Local Wisdom” yang mudah dipahami dan dicerna oleh seluruh pihak. Link and match akan menguntungkan seluruh pihak, khususnya pihak IDUKA, serta masa depan dan karir lulusan di dunia kerja,” jelas Wikan.

Dia meyakini, lulusan-lulusan yang benar-benar match dengan kebutuhan IDUKA, maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa.

“Semoga perjuangan kompak dan cerdas seluruh pihak ini, akan mempercepat lahirnya jutaan lulusan vokasi yang kompeten dan unggul secara signifikan,” tukas Wikan.

fgh – sumber : https://www.kompas.com/edu/read/2020/09/17/143055171/kemendikbud-pendidikan-vokasi-percepat-lulusan-smk-peroleh-kerja.
 

SMK Akan Disinkronisasi dengan Jenjang D2

Oleh: Muhammad Abdul Majid · Rabu, 23 September 2020 18.18 ·  84

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melakukan sinkronisasi pendidikan SMK dengan jenjang Diploma Dua (D2). Program ini memungkinkan siswa SMK bersekolah bahkan selama 4,5 tahun sehingga bisa mendapatkan gelar D2 setelah lulus.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto mengatakan, gagasan tersebut mempertimbangkan pola pendidikan vokasi di Jepang. Bahkan, ketika menempuh pendidikan di jenjang vokasi, siswa dapat menempuh pendidikan hingga jenjang S2 terapan di luar negeri. “Jadi SMK dinikahkan massal dengan D2. Seperti SMK di Jepang, SMK lima tahun,” ucap Wikan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Meski begitu, program ini tidak memperpanjang masa studi di SMK hingga lima tahun. Wikan mengatakan, siswa dapat memilih apabila lebih cocok ke hands on, praktikal, tapi tetap ada teorinya bisa masuk SMK bisa sampai ke D4 atau bisa sampai ke S2 terapan di Jerman atau di Taiwan dan sebagainya.

Wikan menuturkan, selain untuk menyelaraskan pendidikan jenjang SMK dengan D2, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan soft skill dari lulusan SMK. Kemendikbud berkomitmen melakukan link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri.

Wikan menyebut ada lima syarat minimal agar link and match antara pendidikan vokasi dan dunia industri dapat terjadi. Ia menjabarkan, syarat pertama terciptanya link and match antara vokasi dengan dunia industri adalah pembuatan kurikulum bersama. Di mana kurikulum tersebut harus disinkronisasi setiap tahun dengan industri. “Harus disetujui,” katanya.

Kedua, pihak industri wajib memberikan guru atau dosen tamu. Minimal pengajaran dari dosen dan guru tamu ini dilakukan minimal 50 jam per semester. Syarat ketiga, pemberian magang kepada siswa SMK dan mahasiswa vokasi dari industri yang dirancang bersama. Wikan mengatakan, pihaknya mewajibkan magang minimal satu semester. “Jangan sampai tiba-tiba industri cuma disodori magang suruh terima saja, tidak dari awal sudah dirancang (bersama),” ucap Wikan.

Kemudian syarat keempat adalah sertifikasi kompetensi. Menurut Wikan, kompetensi merupakan hal yang sangat penting untuk lulusan vokasi. Sertifikat dibutuhkan untuk menunjukan level kompetensi lulusan vokasi. Syarat yang kelima adalah komitmen menyerap lulusan sekolah vokasi oleh industri. “Paket link and match hingga level menikah yang kami rancang yaitu mengembangkan teaching factory. Jadi teaching industry masuk ke dalam kurikulum,” tutup Wikan.

Wikan menegaskan, link and match antara pendidikan vokasi dan industri tidak hanya sekadar tanda tangan MoU, foto-foto kemudian masuk koran. Ia menganalogikan pada hubungan dua orang yang sedang berpacaran dan sampai pada jenjang menikah. Dengan konsep lima syarat tersebut. Wikan menargetkan 80 persen lulusan pendidikan vokasi dapat terserap ke dunia industri. Sedangkan 20 persen lainnya bisa berbisnis atau ke pekerjaan lain. “Sekarang ada 90 persen ada, 70 persen ada,” ujarnya.

Wikan mengungkapkan, saat ini terdapat stigma bahwa lulusan sekolah vokasi bakal menjadi pengangguran. Dirinya mengatakan anggapan ini dapat terbantahkan dengan peningkatan kompetensi siswa SMK melalui link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia industri. “Kompeten artinya lulusan itu sudah berani bilang aku bisa apa, bukannya ini ijazahku. Kalau dia bilang ini ijazahku, itu artinya dia (hanya) bilang aku sudah belajar apa,” katanya. Oleh karena itu, melalui link and match ini, Wikan berharap lulusan SMK akan memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh industri.

Fgh-Sumber: https://www.nusabali.com/berita/81301/smk-akan-disinkronisasi-dengan-jenjang-d2

Samsung Siapkan Jebolan SMA dan SMK untuk Hadapi Industri 4.0

Perkembangan teknologi digital terus bergulir dan kini menghasilkan Revolusi Industri 4.0. Dampaknya, memunculkan pemanfaatan teknologi baru dan kategori pekerjaan yang belum pernah ada sebelumnya.

Dalam The Future of Jobs Report 2018 yang dirilis oleh World Economic Forum, kategori pekerjaan yang akan mengalami peningkatan permintaan adalah Analis Data dan Ilmuwan, Pengembang Perangkat Lunak dan Aplikasi, serta E-commerce dan Media Sosial Spesialis. Sebuah pekerjaan yang berbasis dan bergantung pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Untuk itu, Samsung Electronics Indonesia, menghadirkan program Samsung Innovation Campus (SIC) di beberapa SMA dan SMK. Program sebagai bagian dari kegiatan Corporate Citizenship yang telah berjalan sejak Januari 2020 dengan memberikan pelatihan Coding & Programming yang terdiri dari Scratch 1, 2 & 3, Rurple, C-Programming, Arduino dan Algorithm Problem Solving Basic kepada para sekolah mitra.

Dan sebagai indikator pencapaian atas apa yang telah diberikan, Samsung mengadakan acara puncak SIC Project Competition 2020, yang menampilkan kreasi proyek dari para murid sekolah yang menjadi mitra pelaksanaan SIC. Program dijalankan Samsung bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI), yakni anggota organisasi nonprofit terbesar di dunia, JA Worldwide, yang fokus membekali generasi muda mengenai pekerjaan dan kewirausahaan.

Direktur Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wikan Sakarinto, mengatakan, dibutuhkan keikutsertaan beragam pihak untuk bisa mempersiapkan lulusan SMA dan SMK menghadapi Industri 4.0. “Adopsi teknologi pada Revolusi Industri 4.0 merupakan tantangan tersendiri, salah satunya berimplikasi adanya disrupsi teknologi dalam berbagai lini,” kata Wikan saat Media Session Samsung Innovation Campus Project Competition secara virtual di Jakarta, Senin (5/10/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan, jebolan SMA dan SMK harus dipersiapkan dan dibekali dengan materi pembelajaran yang tidak hanya dapat meningkatkan keterampilan dasar. Tetapi juga berorientasi pada kebutuhan keterampilan di dunia kerja masa depan, karena di masa depan nanti akan lebih banyak kompetensi baru yang lahir, tuntutan skill baru, pekerjaan baru yang mungkin saat ini belum bisa kita bayangkan.

Tak hanya lingkungan pendidikan, kontribusi perusahaan dan industri pun sangat berperan besar dalam hal ini. Karenanya, pemerintah mengapresiasi apa yang telah dilakukan Samsung untuk mendukung dunia pendidikan Indonesia.

“Kami harap program pembelajaran yang Samsung hadirkan bisa menjadi pembekalan bagi para lulusan untuk menghadapi era Industri 4.0 karena sangat penting untuk pendidikan bisa bersinergi selaras dengan link and match dengan dunia industri. Ke depan kami berharap kerja sama ini bisa lebih dalam lagi melibatkan industri dari hulu sampai ke hilir dalam ekosistem penyelenggaraan SMK,” papar Wikan.

Di sisi lain, Direktur Manajemen R&D Samsung R&D Indonesia, Risman Adnan menyampaikan, tantangan era Industri 4.0 akan sulit untuk dihadapi para lulusan SMA dan SMK, tanpa dibekali pendidikan yang membentuk keahlian.

Oleh sebab itu, pihaknya menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di era tersebut. “SIC merupakan sebuah program global yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan digitalisasi. Program ini merupakan program berkelanjutan, ke depannya Samsung menargetkan untuk bermitra dengan lebih banyak lagi sekolah di Indonesia,” kata Risman.

Penilaian Ketat

Peserta SIC Project Competition 2020 menampilkan hasil proyek yang diikutsertakan, SMKN 1 Geger –Madiun menghadirkan proyek berjudul Smart Hydroponic Technology (SAHYT), SMK Al Huda –Kediri dengan proyek Sistem Pengairan Otomatis (Smart Irrigation System) Berbasis Arduino, BINUS SCHOOL Simprug –Jakarta dengan proyek 2D Platformers Arcade Game, dan BINUS SCHOOL Serpong –Tangerang dengan proyek Au

Masing-masing peserta mempersiapkan proyeknya berdasarkan materi yang diberikan lewat program SIC dengan kurun waktu satu bulan.

Peserta kompetisi juga harus melewati 2 tahap penilaian yaitu tahap laporan atau dokumentasi tertulis dan tahap presentasi. Adapun dewan juri yang terlibat dalam penentuan pemenang dalam SIC project competition 2020 ini adalah Direktur Kemitraan dan Penyelarasan DUDI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ahmad Saufi; Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia, Muhammad Ramli Rahim; dan dari pihak Samsung Electronics Indonesia diwakili Risman Adnan.

Poin-poin yang menjadi penilaian adalah masalah teknis (10%), ide, kreatifitas dan keaslian project (20%), pembuatan konstruksi project (15%), potensi pemanfaatan dan komersialisasi (15%), kemampuan presentasi (10%), demonstrasi (15%), serta tanya dan jawab (15%).

SIC Project Competition 2020 berhasil dimenangkan oleh SMKN 1 Geger –Madiun dengan menampilkan proyek Smart Hydroponic Technology (SAHYT). Pemenang berhak menyandang gelar The Best SIC Project 2020 dengan hadiah Samsung Galaxy A71 kepada masing masing anggota team beserta guru pembimbing.

Selain itu, terdapat Pemenang Favorit yang dipilih berdasarkan polling yang dilakukan oleh para undangan pada sesi penjurian di mana Pemenang Favorit terpilih adalah SMK Al Huda –Kediri dengan proyek Sistem Pengairan Otomatis (Smart Irrigation System) Berbasis Arduino dan pemenang berhak mendapatkan hadiah Samsung Galaxy A21s juga kepada setiap anggota team dan guru pembimbing.

Sumber : sindonews.com

SMK Negeri 1 Tonjong Jalin Kerjasama Dengan Microsoft

Microsoft Office 365 for Education

Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi opsi atau mungkin pilihan utama untuk melanjutkan Tahun Ajaran Baru 2020 – 2021. Bahkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mewacanakan Pembelajaran Jarak Jauh tersebut akan permanen setelah pandemi Covid-19 berlalu.

Dikutip dari kompas.com, wacana dari Pak Menteri tersebut disampaikannya dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Kamis (2/7/2020). “Pembelajaran jarak jauh, ini akan menjadi permanen. Bukan pembelajaran jarak jauh pure saja, tapi hybrid model. Adaptasi teknologi itu pasti tidak akan kembali lagi,” tuturnya.

Dari ungkapan pak menteri di atas, berarti sekolah mulai saat ini mau tidak mau harus menyiapkan segala kemungkinan skema pembelajaran, utamanya Pembelajaran Jarak Jauh atau daring. Untuk itu SMK Negeri 1 Tonjong langsung bergerak cepat dengan mengajukan kerjasama dengan microsoft sebagai penyedia layanan office 365 dimana didalamnya terdapat aplikasi Teams yang memungkinkan guru dan siswa berinteraksi di kelas virtual dan dapat memenejemen kelas sedemikian rupa dengan beragam fitur-fitur terbaru yang ada.

Lisensi Office 365 (A1) SMKN 1 Tonjong

Setelah melalui serangkaian pengajuan kerjasama dan verifikasi dari pihak microsoft, akhirnya pada tanggal 8 Juli 2020, SMK Negeri 1 Tonjong mendapat lisensi gratis dari microsoft untuk office 365 yang bisa dimanfaatkan oleh guru dan siswa maupun staff/karyawan sekolah. Layanan yang dilisensikan pada Office 365 ini adalah untuk jenis A1 yang meliputi Versi online Office yang benar-benar gratis dengan email, konferensi video, integrasi pesan suara, hub yang dikustomisasi untuk kerja tim kelas dengan Microsoft Teams, alat kepatuhan dan perlindungan informasi.

  1. Word, PowerPoint, Excel, OneNote, dan Outlook versi web
  2. OneNote versi desktop
  3. Microsoft Teams, hub digital yang mengintegrasikan percakapan, konten, dan aplikasi yang diperlukan sekolah Anda agar lebih kolaboratif dan terlibat
  4. Buku catatan Kelas dan Staf
  5. Grup Komunitas Pembelajaran Profesional (PLC)
  6. Kuis penilaian mandiri dengan Forms
  7. Berbagi cerita digital dengan Sway
  8. Sampaikan informasi dan libatkan semua orang dengan situs komunikasi dan situs tim di seluruh intranet Anda menggunakan SharePoint
  9. Solusi kepatuhan dengan pusat eDiscovery terpadu
  10. Manajemen hak, pencegahan kehilangan data, dan enkripsi
  11. Layanan video perusahaan untuk menghasilkan, mengelola, dan berbagi video dengan aman di seluruh organisasi
  12. Pengembangan aplikasi tanpa menulis kode untuk memperluas data bisnis dengan cepat menggunakan aplikasi seluler dan web kustom
  13. Otomatisasi alur kerja di seluruh aplikasi dan layanan untuk mengotomatiskan proses bisnis tanpa menulis kode
  14. Kelola jadwal dan tugas harian dengan Microsoft StaffHub
  15. Email dengan kotak surat sebesar 50 GB Tipsalat tentang kompatibilitas versi Outlook
  16. Penyimpanan dan berbagi file dengan penyimpanan OneDrive tak terbatas Tipsalat tentang penyimpanan tak terbatas OneDrive
  17. Penyimpanan email tak terbatas dengan pengarsipan Di Tempat
  18. Email tingkat lanjut dengan pengarsipan dan pengamanan dokumen hukum
  19. Konferensi video HD
  20. Jumlah maksimum pengguna: tidak terbatas
Halaman Login Microsoft Teams SMKN 1 Tonjong

Khusus untuk pembelajaran jarak jauh SMK Negeri 1 Tonjong  akan mengoptimalkan aplikasi Microsoft Teams, salah satu platform aplikasi dalam Microsoft Office 365 for Education untuk komunikasi dan kolaborasi terpadu yang menggabungkan fitur percakapan, video conference, penyimpanan berkas (termasuk kolaborasi pada berkas), dan integrasi aplikasi. Teams for Education memungkinkan admin dan guru untuk membentuk sejumlah tim, seperti tim siswa sesuai kelasnya, tim guru, tim staf, maupun gabungan dari seluruh anggota tim tersebut.

 “Teams bisa terkoneksi dengan berbagai menu di Microsoft 365. Maka kami akan menggunakan Teams sebagai aplikasi video conference. Ulangan dan kuis juga bisa dikelola didalamnya, siswa juga langsung masuk dalam kelas-kelas yang dikoordinir oleh wali kelas. Teams bisa menampung hingga 250 audience,” ungkap Andriyanto selaku Waka kurikulum.

Tampilan Microsoft Teams SMKN 1 Tonjong

Lebih lanjut, Andriyanto menambahkan sosialisasi teknis mengenai Pembelajaran Jarak Jauh kepada siswa, seperti pembagian akun-akun Microsoft  siswa akan dilakukan melalui grup-grup WhatsApp kelas, video tutorial di YouTube dan di website resmi SMK Negeri 1 Tonjong. Sedangkan untuk guru akan diadakan workshop dan pemberian buku atau softfile tutorialnya. Pembelajaran Jarak Jauh dengan sistem daring dalam New Normal  ini tentunya juga membutuhkan peran yang bertambah besar dari para guru, wali kelas, siswa dan utamanya para orangtua. Sebab pembelajaran daring yang extraordinary atau tidak biasa seperti pembelajaran konvensional kelas ini membutuhkan kerja keras, kemauan untuk belajar, dan peran orangtua yang lebih.

Yamaha Indonesia Aktif dukung perkembangan SMK melalui Program Vokasi Pemerintah

Sebagai bentuk link & match antara SMK dengan Industri otomotif, Yamaha memberikan bantuan unit motor dan mesin untuk diserahkan kepada 29 SMK di wilayah Jawa tengah yang diserahkan oleh Bapak Ari Wibisono selaku perwakilan PT. Yamaha Indonesia Motor MFG termasuk di antaranya adalah SMK N 1 Tonjong (fgh – dikutip dari https://radarpekalongan.co.id/62920/yamaha-indonesia-aktif-konsisten-dukung-perkembangan-smk-melalui-program-vokasi-pemerintah/)